Seperti musik, setiap lirik dari sebuah lagu mampu
menyampaikan semuanya. Kebahagiaan, kemarahan, pertengkaran, cinta,
kasih sayang, serta mimpi-mimpi. semuanya menyatu dalam sebuah kalimat yang sederhana namun indah luar biasa.
Seperti musik
yang terdengar dikamarmu disetiap pagi yang indah saat kau baru
terjaga, memberimu energi yang tak tersentuh namun kuat tak terkira.
Seperti musik
yang terdengar di sudut kamarmu, melengking dengan volume yang tak
terkendali saat kau terlupa bagaimana mengenali diri sendiri. Nyaring,
bising, namun kemudian mampu membuatmu begitu tenang.
Seperti musik
dengan tempo yang selalu berubah dengan nada-nada yang berlari tanpa
henti, mengalun melodi-melodi yang sulit dimengerti namun begitu mudah
untuk dinikmati.
Seperti itulah kita menikmati setiap detik, setiap saat persahabatan kita...
Seperti musik, rumit.
by. Barudak Ipa liMA '08 (SMAN 1 BANJAR)
L.O.L (Lots Of Love)
God. Mom. Dad. Brothers. Sisters. Grandpa. Family. Besties. Boy-Girlfriend. Friends. Idols. All people. Pets. Songs. Anything.
- See more at: http://blog-rangga.blogspot.com/2013/08/cara-membuat-blog-anti-copy-paste-dan.html#sthash.DpINzk8A.dpuf
Rabu, 02 April 2014
My dreamland, LONDON...
My name is Galih Rahmayanti Sugihartana. I think my profile is clear enough for you to know me so well :)
Uhmm. Well, I’m feeling so bored. So, I decided to write this one. And I don’t really know what to write about, what to tell about, yeah. Stupidly I just write and write.
You know what? As long as time, LONDON is a place I want to reach. I don’t know why. But I really want to. For me, London is a great place to be visited. There’s a Royal Kingdom, yeah, like in the fairytale :D
I really want to meet the beautiful princess of the kingdom, Princess Kate. I like her so much. She’s such a beautiful princess I’ve ever knew. Wish that I can be like her. But it’s impossible for me to find the handsome prince like Prince William. OMG, I’m dreaming too high :/
Well, The Duke and Duchess of Cambridge are now A Mummy and Daddy. The Duchess of Cambridge gave birth to her baby son on Monday (7/22-2013), and he has been named George Alexander Louis. The great name :)
All the time, I feel so envy with my sister, Putri, who could visit France last year. I just want to be like her. Yeah!!! I want to visit LONDON :’( but can I?
I don’t have too much vocabularies, my speaking ability isn’t good enough, well, I feel so dumb for these things. I dream all days, hope that I can find a way to get there. I pray to God, hope that my dream will come true. I swear, I REALLY WANT TO GET THERE :’(
It’s a great moment when I can take some photos in Thames River, and then walk around to see the greatest landscape of Big Ben and London Eye.
It’s a beautiful moment when I can meet someone new in my life there; handsome, kind, and SINGLE too!!! :D
It’s a great pride moment when I can attend the one of best universities there. Yup, I really want to study in Thames Valley University which renamed University of West London. I want to attend the Photography Department of this college. I really crazy for the study program :/
I love taking photos, I love photography. And I just want to be a greatest photographer in the world. O shit, I daydream again and again.
Yeshhhh!!! I know I dream too high, but I don’t want my dream over here. I’m trying my best hard to reach the dream of me. I know God planned my every life events, however, I’m just trying and praying.
Uhmm. Would you like guys help me to get London? Lol
Thanks for listening my deepest. I love y’all :* ({})
Uhmm. Well, I’m feeling so bored. So, I decided to write this one. And I don’t really know what to write about, what to tell about, yeah. Stupidly I just write and write.
You know what? As long as time, LONDON is a place I want to reach. I don’t know why. But I really want to. For me, London is a great place to be visited. There’s a Royal Kingdom, yeah, like in the fairytale :D
I really want to meet the beautiful princess of the kingdom, Princess Kate. I like her so much. She’s such a beautiful princess I’ve ever knew. Wish that I can be like her. But it’s impossible for me to find the handsome prince like Prince William. OMG, I’m dreaming too high :/
Well, The Duke and Duchess of Cambridge are now A Mummy and Daddy. The Duchess of Cambridge gave birth to her baby son on Monday (7/22-2013), and he has been named George Alexander Louis. The great name :)
All the time, I feel so envy with my sister, Putri, who could visit France last year. I just want to be like her. Yeah!!! I want to visit LONDON :’( but can I?
I don’t have too much vocabularies, my speaking ability isn’t good enough, well, I feel so dumb for these things. I dream all days, hope that I can find a way to get there. I pray to God, hope that my dream will come true. I swear, I REALLY WANT TO GET THERE :’(
It’s a great moment when I can take some photos in Thames River, and then walk around to see the greatest landscape of Big Ben and London Eye.
It’s a beautiful moment when I can meet someone new in my life there; handsome, kind, and SINGLE too!!! :D
It’s a great pride moment when I can attend the one of best universities there. Yup, I really want to study in Thames Valley University which renamed University of West London. I want to attend the Photography Department of this college. I really crazy for the study program :/
I love taking photos, I love photography. And I just want to be a greatest photographer in the world. O shit, I daydream again and again.
Yeshhhh!!! I know I dream too high, but I don’t want my dream over here. I’m trying my best hard to reach the dream of me. I know God planned my every life events, however, I’m just trying and praying.
Uhmm. Would you like guys help me to get London? Lol
Thanks for listening my deepest. I love y’all :* ({})
Kamis, 27 Maret 2014
Curahan hati untuk Tuhan...
Tuhan, malam ini aku merasakan
hatiku bergemuruh pilu saat kalimat istigfar terucap dari bibirku yang ikut
basah tertetesi air mata yang jatuh dari pelupuk mataku. Tubuhku mendadak lemas
tak berdaya di hadapan-Mu.
Tuhan, aku tahu bahwa rencana-Mu
jauh lebih indah dari apa yang kuinginkan selama ini. Aku ikhlas menerima semua
cerca yang hamba-Mu dari golongan Adam ucap terhadapku. Aku ikhlas merasakan
perihnya hati saat aku tahu dia berkhianat dari janjinya kepadaku. Aku ikhlas
menghadapi semua ujian hidup yang Kau beri untukku. Aku ikhlas atas nama-Mu,
Tuhan...
Tuhan, kehilangan seseorang yang
sangat berarti dan sangat dicinta adalah duka terdalam yang seringkali
kurasakan. Keputusasaan kerapkali menggodaku untuk mengakhiri hidupku yang
kurasa tak berarti lagi tanpanya. Ampuni aku yang berlebihan mencintai hamba-Mu
itu, Tuhan. Ampuni aku yang berani melangkahi takdirku sendiri.
Tuhan, aku begitu rapuh dan kadang
tak bisa mengendalikan emosiku sendiri. Rasa kecewaku terhadapnya yang memilih
pergi dan kini berbahagia bersama wanitanya perlahan telah membunuh hati dan
mematikan nuraniku. Rasa benciku padanya terkadang sangat menyayat dan
membuatku sakit sendiri.
Namun Tuhan, perlahan kubuka mata
hatiku. Kau telah perlihatkan betapa besar cinta-Mu pada hamba-Mu yang
bertahun-tahun mengkhianati-Mu ini, hamba-Mu yang tidak taat dan patuh
terhadap-Mu ini. Ampuni aku, Tuhan. Sekali pun aku tak ingin Kau dan aku saling
meninggalkan. Kau adalah Segalanya bagiku, Tuhan. Cinta-Mu bahkan jauh lebih
besar dari cinta seorang ibu terhadap anaknya. Kau setia mendengarkan keluhanku
di setiap doaku. Kau setia memberiku nasihat dan selalu mengembalikan senyumku
sesaat duka kembali hadir di hidupku.
Tuhan, dulu kukira kehilangannya
adalah akhir dari segalanya. Aku sangat berterimakasih kepada-Mu, Tuhan, atas
segalanya. Kau telah tunjukkan siapa dia sebenarnya. Kau telah sadarkanku dari
mimpi buruk yang selalu menghantuiku. Ternyata kehilangannya adalah suatu
anugrah yang Kau beri untukku. Meski sempat membuang air mata dengan sia-sia,
pada akhirnya aku bisa tersenyum bahagia saat aku sadari diriku berada dekat
dengan-Mu SETELAH MENJAUHINYA.
Tuhan, aku memang bergelimang dosa.
Aku tahu diri. Aku hanya makhluk kecil yang Kau ciptakan untuk beribadah dan bersyukur
pada-Mu. Namun seringkali aku mengeluh atas apa yang terjadi dalam hidup yang
sementara ini. Seringkali aku lupa diri dan enggan mengucap syukur. Sungguh
hina diriku ini.
Tuhan, tunjukkan aku jalan
lurus-Mu. Aku tak ingin terjebak dalam lumpur masa lalu yang kelam. Dekat
dengan-Mu adalah sesuatu yang tak ternilai harganya, dan yang kuinginkan
hanyalah itu. Jauhkan aku dari segala malapetaka yang hendak menghancurkanku.
Lindungi aku dari godaan syaitan dan iblis yang seringkali menjerumuskanku. Aku
tak ingin mengulang kesalahan yang kubuat di masa lalu. Maka ijinkan aku untuk
segera beranjak dari masa lalu itu.
Tuhan, kunantikan takdir dan
jodohku yang Kau gariskan untukku. Malaikat hati yang tak menghancurkan namun membuat
nyaman, lelaki shaleh yang mengimami bukan malah menjerumuskan, lelaki rupawan
yang bagus akhlaknya, lelaki yang fasih membaca Al-Qur’an lagi jujur dan bukan
yang fasih bersilat lidah namun pembohong, lelaki yang amanah dan tidak
berkhianat, lelaki yang telah Kau ciptakan untuk lengkapi hidupku di dunia dan
akhirat. Aamiin.
Tuhan, kupasrahkan segalanya hanya
kepada-Mu.
Selasa, 25 Maret 2014
Today it's all about you, Mom...
Dear my
beloved Mom...
Mom, you’re not a perfect person. But
you love me perfectly. You’re my best. You give me your best. Without you I’m
nothing. To be with you, I’m everything.
Mom, I know that I can’t be what you
want. Because I can’t be perfect. But I’m trying my best to you. I love you
Mom. I’m sorry if I have a lot of mistakes to you.
Mom, please pray for me. Soon, I’ll
make you smile because of my success.
O God, just give her a lot of
happiness in her life. I don’t wanna see her cry. I wanna see her smile. Smile
because she proud to me.
Mom, I love you always and forever. No
one can change you, no one can replace you. Because you’re the best mom in this
world. Because you’re my hero, my everything.
Happy Birthday, Mom. I hope you’ll
always be happy and joy your life. Don’t worry about something because I
promised I’ll always stay by your side.
I love you a lot, Mom...
with Love,
Me
Senin, 24 Maret 2014
love story
JODOH
GAKKAN KEMANA-MANA KOK!!!
Tokoh-tokoh :
\ Angel
\ Mikey
\ Nabella
\ Nadine
\ Christopher
\ Mama dan Papa
\ Oom dan Tante
...
“Angel, tungguin
gue dong!”
Kulihat
Nadine berlari mendekatiku. Aku tersenyum melihat dia yang tersengal-sengal.
Tanpa berbicara sepatahkatapun kami langsung berjalan menuju kantin sekolah.
Disana Nabella, sahabat kami, sudah menunggu. Kulihat ada seorang pemuda tampan
disampingnya. Siapa itu? Hatiku
bertanya-tanya.
“Eh, itu siapa?
Pacarnya Nabel?”
Aku menoleh pada Nadine. Ternyata
bukan hanya aku yang bertanya-tanya seperti itu. Ah, itu bukan urusanku.
“Hey, Nab!”
Nabella menoleh ke arah kami dan
tersenyum. Tanpa basa-basi aku langsung duduk didekat Nabella. Nadine pun duduk
disampingku. Kulihat Nadine terus memperhatikan pemuda yang kini ada
didepannya. Nabella tersenyum melihat Nadine yang kecentilan.
“Angel, Nadine,
kenalin ini kakak gue, namanya Mikey,” ujar Nabella.
Nadine langsung menyambar tangan
pemuda itu yang ternyata kakaknya Nabella. Mikey terlihat gusar dengan kelakuan
Nadine yang sangat agresif.
“Udah kenalannya
Nad?” tanya Nabella pada Nadine. Nadine tersenyum.
Tak lama kemudian Mikey mengasongkan
tangan kanannya padaku. Aku terkejut.
“Aku Mikey,”
katanya dengan logat yang agak berbeda dengan kami.
“Angel,” ujarku
sambil menjabat tangannya.
Kulihat Mikey masih memandangiku
sejak perkenalan tadi. Eitsss bukannya ge-er ya, reality. Hehehe. Aku sedikit
risih dengan tatapan matanya yang terus mengarah padaku.
“Ehemmmmm...,” Nabella
mendehem. Sepertinya ia tahu apa yang tengah terjadi.
Kulihat Mikey berhenti memandangiku.
Leganya.
“Eh Nab, tadi Christopher
nitip salam,” kataku pada Nabella. Nabella tersenyum manis.
“Siapa tu Christopher?
Boyfriend kau ya?” tanya Mikey pada Nabella.
“Bukan,” jawab Nabella.
Kulihat Nadine masih memperhatikan Mikey.
Sepertinya ia menyukai pemuda itu. Atau hanya sekedar naksir ya? Entah...
“Bel, lo ga
pernah cerita kalo lo punya kakak,” kata Nadine. Nabella menghela napas.
“Mikey ini kakak
tiri gue, selama ini dia tinggal di KL,” jawab Nabella.
Ooo pantas logat bicaranya seperti
tokoh “Upin dan Ipin”. Laaahhh???
Mikey tersenyum padaku. Aku mulai
merasakan hal yang aneh padaku, malu dan salah tingkah. Orang bilang kalau
sudah merasakan tanda-tanda seperti itu, itu namanya JATUH CINTA. Oalaahhh apa
iya aku jatuh cinta padanya? Oh my God!!! Jangan sampai.
“Ya udah deh Angel,
Nadine, gue pulang dulu ya,” kata Nabella, membuat Nadine tercengang.
“Lah, kenapa??
Disini dulu bentar lagi aja,” mohon Nadine.
“Gue mau
jalan-jalan ma Mikey nanti sore,” jawab Nabella.
“Gue ikut!!!”
kata Nadine, setengah berteriak.
Gila!
Nadine kayaknya beneran ngebet ma tuh cowok. Aku terdiam. Tanpa kusadari
kepalaku tiba-tiba tertunduk.
“Kamu kenapa?
Sakit?”
Aku terkejut bukan main saat Mikey
bertanya padaku.
“Eeeehh, aku?
I’m okay,” jawabku. Mikey tersenyum.
“Udah ya, gue
pulang. Yuk Kak,” kata Nabella sambil menarik tangan Mikey.
*
BRUUUKKK!!
Kulemparkan tasku ke atas meja
belajar, namun sayang tak mendarat dengan sempurna. Buku-buku dan novel-novel,
serta kitab-kitab puisiku pun jatuh ke lantai tak terarahkan. Namun semua itu
tak kupedulikan. Aku langsung berbaring diatas tempat tidurku. Kupejamkan kedua
mataku. Lelahnyaaaa... Gumamku. Baru
sebentar aku memejamkan mataku, handphoneku
berbunyi. Sebuah pesan singkat dari Nabella.
Angel,
jalan yuk. Christopher ngajak gue jalan.
Tapi
kasian Kak Mikey kalau ditinggal.
Setengah
jam lagi kita jemput lo. Ga boleh nolak!!!
Jalan?????
Aku terkejut bukan kepalang.
“Waduhhh, belum
juga ganti baju and mandi. Wah si Nabel sarap nih,” gumamku.
Jika kutolak ajakannya, wah
bisa-bisa ada perang dingin tahun 2011. Jelas di-sms-nya terdapat kata-kata yang memang memaksa, Ga boleh nolak!!! Segera kuraih handukku
dan masuk ke kamar mandi.
“Hmmm...
Freshhhhh,” gumamku setelah keluar dari kamar mandi.
Kubuka lemari bajuku dan mulai
memilih pakaian yang pantas. Gaun? Kayak
mau ke pesta aja. Celana jeans + T-shirt? Males dah. Aduhhhhh pake apa dong??? Aku
menggaruk-garuk kepalaku (udah kayak monyet aja gue). Bukan karena gatal, tapi
bingung.
Kulihat ada sepotong hotpants dan T-shirt yang
jarang kupakai. Nah, ini aja deh. Ini kan
celana buat hang out. Boleh dah. Kuputuskan untuk memakainya.
Segera aku menghadap cermin. Kupoleskan
bedak seperlunya seperti biasa, dan lipgloss.
Ga boleh menorrr!!! Soal rambut,
kubiarkan rambutku terurai tanpa sentuhan accecories.
“Sebenernya
tanpa make-up juga gue udah manis,” gumamku sambil tersenyum-senyum. Ge-eR.
TOKTOKTOK!!!
Bi Inah masuk ke kamarku dan
memberitahuku bahwa Nabella sudah menungguku di lantai bawah. Aku pun segera
keluar dari kamarku dan kuhampiri Nabella.
Nabella tercengang melihatku. Aku
pun sama.
“Aehhh lo kok,
celana kita sama sih???” kataku.
“Mana gue tahu,”
jawab Nabella.
“SOULMATE,”
kataku dibarengi Nabella.
Kami tertawa bersama sambil berjalan
keluar rumah. Saat masuk ke dalam mobil, kulihat Christopher duduk di depan dan
jadi sopirnya. Aku tersenyum mengejek. Christopher menoleh.
“Apa lo ketawa?
Ada yang lucu?” tanyanya.
Aku berhenti
tersenyum, “Ga ada.”
Kuubah mimik mukaku menjadi tak
berekspresi. Nabella tersenyum. Ia duduk disamping Christopher di depan. Dan
aku duduk berdampingan dengan......
“Mikey?” Aku
terkesiap. Ia tersenyum.
Belum sempat ia menjawabku, aku
sudah memalingkan pandanganku ke depan. Mikey tertunduk.
“Bel, kok Nadine
ga dibawa sih?” tanyaku.
“Eh kampret,
emangnya si Nadine kucing dibawa-bawa,” kata Christopher.
“Yeee perasaan
ga ada kabel yang nyambungin lo ma gue deh,” ujarku. Christopher terkekeh.
“Ga gue ajak,
Angel,” jawab Nabella. Jawaban Nabella membuatku kaget.
“Lah kenapa?”
tanyaku lagi.
“Karena gue ga
suka,” jawab Nabella, simple.
Aku mengerti. Nabella memang sedikit
tidak menyukai Nadine karena Nadine pernah menusuknya dari belakang. Ah leave
it!
Aku tak bertanya lagi. Hanya
terdiam. Aku mengeluarkan headset dan memasangkannya ditelingaku. Tanpa peduli
pada Mikey yang tengah memperhatikanku, aku tetap menikmati musik yang tengah
aku dengarkan di ipod yang sengaja aku bawa. My favorite. K-POP.
Mikey mencopot headset dari salah
satu telingaku dan memasangkannya di telinganya. Aku menoleh. Dia tersenyum.
“K-POP?”
tanyanya. Aku mengangguk. Dia lagi-lagi tersenyum padaku. Senyuman itu,
senyuman yang manis dan mungkin tidak akan terlupakan. Cieeeee....
*
Dua tahun
kemudian.....
BRUUKKK!!!
Kali ini bukan tas yang kulempar,
melainkan tubuhku sendiri, tapi bedanya bukan ke meja belajar, tapi ke ranjang.
Hehehe. Kulayangkan pikiranku entah kemana.
Hmmm... Tak terasa DUA TAHUN cepat berlalu. Setelah aku
dan Mikey mengikat janji saat kencan pertama, hari ini Mikey akan pulang ke
Jakarta. Dua tahun hubunganku dengannya, dua tahun pula dia meninggalkanku ke
negeri seberang, Malaysia. Bahagia rasanya akan bertemu lagi dengan kekasih
hati yang telah lama hilang ditelan bumi. LEBAY.
Aku pun sekarang bukan anak
putih-abu lagi. Universitas Indonesia menjadi pilihanku untuk melanjutkan
studiku. Bukan hanya aku, Nabella pun sama. Nadine pindah ke luar negeri. Tanpa
pamit ia pergi.
Bunyi handphoneku membuyarkan lamunan indahku bersama Mikey. Sebuah pesan
singkat.
Angel,
jalan yuk. Ntar pulangnya langsung ke rumah gue.
Oke!
Gue jemput bentar lagi.
“Untung gue udah
mandi,” gumamku.
Aku menunggu Nabella menjemputku.
Tak lama aku pun mendengar suara klakson mobil Nabella. Aku langsung bangkit
dari tempat tidurku dan keluar kamar.
Kulihat Nabella sudah menungguku di
mobil. Aku masuk ke dalam mobil dan duduk disamping Nabella.
“Mikey beneran
pulang?” tanyaku. Nabella mengangguk. Aku tersenyum bahagia.
“Kita langsung
ke rumah aja ya,” katanya.
“Loh, katanya
mau jemput Mikey dulu,” ujarku.
“Tadi Pak Min
yang jemput,” katanya. Aku terdiam.
Sesampainya kami di rumah Nabella,
kami langsung masuk ke dalam rumah. Aku dikejutkan dengan kejadian luar biasa yang
tak pernah aku bayangkan. Mikey dan Nadine...... Nabella pun sama terkejutnya.
Ia memandangku dengan tatapan tak percaya dengan apa yang telah dilihatnya.
Mikey terkejut melihat kedatanganku
yang tiba-tiba. Ia langsung melepaskan Nadine dari pelukannya. Tanpa rasa
bersalah Nadine tersenyum. Aku membalas senyumannya, kecut.
“Angel?” Mikey
menghampiriku.
Aku berusaha tenang. Aku tersenyum.
Pahit.
“Emmm Nab, gue
pulang ya,” kataku pelan pada Nabella.
“Angel gue ga
tau soal ini,” ujar Nabella. Aku masih tersenyum.
Kubalikkan tubuhku kearah pintu,
mencoba meraih dunia luar yang mungkin bisa sembuhkan luka hati yang baru saja
kualami. Mikey menarik tanganku, namun dengan segera aku menghempaskannya dan
pergi tanpa menoleh sedikitpun.
Saat aku pergi, terdengar suara Nabella
melengking, seperti tengah marah. Namun aku tak mempedulikannya. Aku tetap
berjalan lurus ke depan. Air mataku terus menerus menetes tiada henti. Sakit
rasanya hatiku. Dikhianati oleh dua orang sekaligus. Mikey dan Nadine. Dua
orang yang selama ini aku percaya tanpa ragu. Sahabat menusukku dari belakang.
Kekasihku mengkhianatiku. PERFECT banget sakitnya!!!
*
Seminggu berlalu tanpa ingin aku
menghubunginya lagi. Bahkan Nabella yang tidak bersalah pun menjadi sasaran
kemarahanku. Aku terus menghindari Nabella. Tak pernah aku merasakan ini
sebelumya. Sungguh menusuk. Mungkin inilah yang Nabella rasakan saat Nadine mencuri
kekasih hatinya dulu.
Kulangkahkan kakiku memasuki kampus
tercintaku. Kulihat Nabella tengah berdiri didepan pintu kelasku. Aku sama
sekali tak punya muka untuk berhadapan dengannya. Bukan karena aku telah
melakukan salah padanya, tapi karena aku tak ingin kembali mengingat Mikey. Aku
bermaksud menghindarinya, namun ia menangkap pikiranku. Ia berlari
menghampiriku, menghalangi jalanku.
“Ga ada ruang
buat ngehindari gue, Angel,” katanya tiba-tiba dengan nada kesal.
“Gue ga
menghindar dari lo, Nabnad,” jawabku datar.
“Ga menghindar??
Trus pas gue ngajak lo jalan lo selalu nolak dengan alasan lo sibuk lah, mau
nganter nyokap shopping lah, ngerjain tugas lah atau apa lah. Lo tuh kenapa
sih? Kalo soal Mikey, oke gue minta maaf. Tapi gue juga ga tau kalo ada Nadine
disitu,” katanya panjang lebar.
Aku terdiam. Kepalaku tertunduk.
“Gue cuman butuh
waktu buat ngobatin sakit hati gue Bel,” kataku dengan suara bergetar.
“Dengan
menghindari gue?” tanyanya.
“Gue......,” I’m speechless kala itu.
Tak kusangka Nabella tiba-tiba memelukku erat.
“Gue bisa ngerasain
yang lo rasain saat ini Angel. Gue juga pernah kayak gini. Tapi sakit hati
bukan berarti mati. Lo harus bangkit. Mikey emang kurang ajar. Di rumah juga
gue ga pernah saling sapa lagi,” kata Nabella setengah marah. Entah pada siapa.
“Dia kakak lo,
Nab. Jangan gitu,” kataku.
“Angel, janji ya
mulai sekarang lo ga boleh menghindari gue lagi, please,” mohon Nabella. Aku
mengangguk. Nabella tersenyum.
“Berarti nanti
kita bisa jalan dong,” katanya lagi.
“Emmmm
gue.....,” aku terdiam. Nabella menatapku tajam. Kuanggukkan kepalaku dan
tersenyum.
*
“Angel, nyokap pengen lo datang ke rumah and
dinner bareng kita di rumah gue,” kata Nabella di tengah perjalanan menuju mall tempat nongkrong favoritku dengan
Nabella.
“Emang ada apa
ya?” tanyaku. Nabella menggeleng.
“Gue ga mau,” ucapku.
“Nyokap yang
minta, masa lo nolak sih. Jahat banget,” Nabella memasang wajah cemberut.
“Gue ga mau kalo
ada Mikey,” kataku tenang. Nabella menoleh.
“OK!!” Ia
tersenyum.
Malam itu setelah Mama mengijinkanku
makan malam di rumah Nabella, aku langsung pergi mengendarai Jazz merahku. Sesampainya disana, aku
disambut hangat oleh orangtua Nabella. Sungguh pemandangan yang indah.
Berhadapan dengan kedua orangtua
dari orang yang pernah menyakitiku, aku sedikit canggung. Aku hanya terdiam dan
terdiam. Tante Dea menangkap kegundahan hatiku kala itu.
“Sayang, kamu
kenapa? Ga suka ya dinner bareng Oom dan Tante?” tanyanya.
“Bukannya gitu
Tante, aku senang kok,” jawabku sambil tersenyum.
“Oom dan Tante
ikut prihatin ya sayang, sama kejadian yang menimpa kamu dan Mikey,” kata Tante
Dea.
Aku tertunduk. Aku sedikit menyesal
kenapa Tante Dea malah membahas soal itu.
“Tante, ga usah
dibahas ya,” ujarku.
“Maaf ya sayang,
Tante cuman....,”
“Gapapa kok,”
jawabku tanpa ekspresi.
Saat akan memasukkan makanan yang
terakhir, aku dikejutkan dengan kata-kata dari Oom Ahsan yang sebenarnya
semakin membuatku sakit.
“Oom dan Tante
bermaksud untuk menjodohkan Mikey dengan anak dari teman Oom,” katanya.
Aku tersedak. Kaget. Sakit hati. Marah.
Campur aduk. Ini ayah sama aja kayak
anaknya, pinter banget bikin orang sakit hati. Nabella pun kaget dengan apa
yang didengarnya. Memang sih, Tante Dea dan Oom Ahsan selama ini tidak tahu
menahu tentang hubunganku dengan anak mereka.
“Mau dijodohin???”
Aku sama sekali tak percaya dengan apa yang kudengar.
“Ya. Bagaimana
pendapat kamu? Apa Mikey mau ya?” tanya Tante Dea.
Aku terdiam tak bergeming.
“Trus apa
hubungannya sama aku?” tanyaku pada mereka.
Kulihat Tante Dea dan Oom Ahsan
saling berpandangan.
“Tante dan Oom
tahu kalau Mikey nurut banget sama kamu,” jawab Oom Ahsan.
Aku menatap Nabella. Ia pun sangat
kaget mendengar apa yang diucapkan oleh orangtuanya.
“Pa, Ma...,”
Nabella menatap tajam kedua orangtuanya.
“Aku ga bisa
bantu apa-apa Tan. Semua keputusan kan ada ditangan Mikey sendiri,” ujarku
tanpa merubah nada suaraku..
“Mungkin kamu
tahu siapa pacarnya Mikey. Tante nanya sama Nabel tapi dia ga mau jawab,” kata
Tante Dea.
Nabella menatapku. Aku tersenyum
padanya.
“Ya ga penting
siapa pacarnya Mikey, kalo Oom dan Tante berpikir itu yang terbaik kenapa
engga. Mikey pun ga mungkin nolak kali,” kataku enteng.
Tak peduli rasa sakit yang
menusuk-nusuk di jantungku. Aku sadar, aku bukan siapa-siapa Mikey lagi. Pacarnya Mikey sekarang kan bukan gue, tapi
sahabat gue, eh maksudnya mantan sahabat. Lagian kalo emang jodoh, gakkan ketuker kok. Jodoh gakkan kemana-mana,
pikirku.
Segera kusingkirkan pikiran anehku
yang tiba-tiba muncul itu. Hmmmmm....
*
“Sayang, nanti
malam kamu dandan yang cantik ya,” kata Mama ketika aku baru pulang dari
kampus.
“Emang mau
kemana, Ma?” tanyaku heran. Mama tersenyum.
Tiba-tiba aku dikejutkan dengan
kedatangan seseorang yang selama ini aku rindukan.
“Papa!!!!!!!!!!!!!”
Aku tersenyum lebar.
Papa memelukku. Hangat.
“How are you
Princess?” tanyanya.
“I’m not so......,” aku terdiam. Papa menatapku.
“What’s wrong
Princess?” tanyanya lagi
“Ga ada apa-apa
kok, Pa,” jawabku. Tenang.
Papa mengelus-elus rambutku.
“Sudahlah, nanti
malam kamu dandan yang cantik ya. Kita pergi makan di luar,” katanya.
Aku menoleh pada Mama. Senyumku
merekah.
“Siapppppppp!!”
jawabku mantap.
Malam ini terasa begitu istimewa.
Papa pulang dengan membawakan berbagai bingkisan mulai dari baju, gaun pesta,
perhiasan, sepatu, dan lain-lain. Bahagia sekali. Dan yang lebih spesial adalah
malam ini kami akan makan malam di luar. Jarang-jarang kan...
Aku bercermin dan tersenyum. Entah
kenapa malam ini aku hanya ingin tersenyum. Bahkan saat aku ingat Mikey pun aku
tetap tersenyum. Seperti pesan Papa tadi sore, aku berdandan spesial namun
pantas. Mengenakan gaun indah pemberian Papa.
TOKTOKTOKKK!!
Bi Inah masuk ke kamarku dan
tersenyum.
“Cantik, Non.
Hehehe,” pujinya. Aku tersenyum.
“Makasih Bi,”
kataku.
“Oh iya Non,
Tuan dan Nyonya sudah menunggu di bawah,” katanya lagi. Aku mengangguk.
Segera aku keluar kamar dan turun ke
lantai bawah. Begitu mereka melihatku turun, mereka tersenyum. Aku tak sabar
untuk mendengar pujian dari mereka.
“Owww my
Princess is so beautiful tonight,” kata Papa. Aku terkekeh.
“She’s like me, Hubby. She’s my
daughter,” kata Mama. Aku tersenyum melihat mereka.
“Yaudah, ayo
berangkat!!” ujarku tak sabar.
“OK, let’s go!”
Didalam mobil seperti biasa aku
hanya terdiam mendengar apa yang kudengar dari headsetku.
“Pa, Ma. Kita
mau kemana sih?” tanyaku.
“Nanti kamu juga
tahu sayang,” jawab Mama.
“Bukan hanya
kita sayang, tapi disana akan ada teman Papa dan keluarganya,” kata Papa.
“Teman Papa?
Siapa?” tanyaku lagi.
“Jangan banyak
tanya,” kata Mama.
Aku langsung membungkam mulutku. Aku
memang penasaran.
“Nah, sudah
sampai,” kata Papa.
Kami pun turun dari mobil. Di dalam
sana kulihat ada satu keluarga kecil yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak
remaja seumuranku. Tanpa banyak tanya aku mengikuti Papa dan Mama masuk ke
tempat yang sudah dipesan untuk pertemuan keluarga kami
Begitu terkejut saat kulihat dua
remaja itu adalah Mikey dan Nabella. Kulihat Mikey dan Nabella tak kalah
kagetnya denganku. Papa, Mama, Tante Dea, dan Oom Ahsan pun tercengang.
“Loh, jadi Angel
itu anakmu?” tanya Tante Dea pada Mama.
“Mikey tu
anakmu, San?” tanya Mama pada Oom Ahsan, tak percaya.
Aku menatap Nabella, mencoba menerka
apa yang tengah terjadi.
“Eh sampai lupa
mempersilahkan kalian duduk. Ayo duduk,” kata Oom Ahsan pada keluarga kami.
“Ini ada apaan
sih Ma, Pa?” tanyaku heran.
Mama dan Papa serta Tante Dea dan
Oom Ahsan tersenyum. Kulihat Mikey pun tampak bingung. Nabella hanya menatapku.
“Jadi Mama dan
Papa mau jodohin mereka berdua??” tanya Nabella pada orangtuanya.
Aku dan Mikey terkejut bukan main.
“WHAT????” aku menoleh ke
arah Mikey. Mikey pun menatapku tak percaya.
Aku shock setengah mati. Gue
dijodohin ma cowok ini?? Oh My God!!
“Mimpi apa gue
semalam....,” gumamku.
“Kenapa? Tak
nak?” tanya Oom Ahsan.
Belum sempat aku memberi jawaban, Mikey
tiba-tiba menjawab.
“Aku nak. Tapi
tak tau dia,” jawabnya sambil melirik ke arahku. Aku terdiam.
Seenaknya dia menjawab “MAU”.
Lupakah ia tentang kejadian sembilan hari yang lalu? Dimana kulihat ia tengah
memeluk sahabatku, ah bukan, mantan sahabat tepatnya, dan berciuman didepanku.
Tepat didepanku.
“Pa, Ma, Tante,
Oom, aku nak minta ijin tuk ajak Angel cakap-cakap,” kata Mikey.
Mikey bangkit dari kursinya dan
menarik tanganku. Aku menghempaskan tangannya dan berdiri. Berjalan tanpa
menoleh padanya.
Di taman hanya ada aku dan Mikey. Ia
meraih tanganku. Aku berusaha menghempaskannya, namun kali ini dia menggenggam
tanganku erat sampai aku merintih kesakitan. Saat aku mulai menangis karena
kesakitan, ia pun akhirnya melepaskan genggamannya.
“Aku nak cakap
perihal tu,” katanya. Aku terdiam.
“I LOVE YOU,
please believe me,” katanya lagi.
Aku tersenyum sinis.
“WHAT???
Percaya? Sama kamu? WOWWWW!!!” jawabku sinis.
“Aku tahu aku
salah. I’ve broken your heart. But really I love you,” katanya sambil meraih
tanganku.
“Udahlah Kak, pengkhianat
tetap pengkhianat,” kata-kataku lumayan pedas.
“Angel, kau tak
tahu perasaanku. Aku cuma mau kamu,” ujarnya memohon padaku.
“Kak, jangan
paksa aku. Kakak ga tau perasaan aku waktu kakak dan Nadine ciuman didepan
mataku sendiri. SAKITTTTT!!!!” kataku tetap datar sambil memegang dadaku.
“Tu dia yang
cium aku tiba-tiba. Dia datang dan langsung peluk aku sambil menangis. Aku
pikir ada apa. Tapi ternyata dia cium aku ketika melihat kau datang,” jelasnya.
Sebenarnya aku tak mau lagi percaya
padanya. Namun matanya menceritakan kejujuran. Dia memohon maaf sambil bersujud
dan bersumpah bahwa ia sebenarnya tidak menginginkan hal itu terjadi. Aku
membungkuk dan memeluknya. Ia membalas pelukanku. Sungguh kurasakan kehangatan
yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. Nyaman. Tenteram. Damai.
“Will you marry
me, Angel?”
Aku terkesiap. Kaget namun bahagia.
Tanpa basa-basi dan keraguan lagi aku jawab.........
“Yes I do!!”
Mikey tersenyum. Masih senyuman yang
sering dia berikan untukku dua tahun yang lalu.. Manis.
~THE
END~
Langganan:
Postingan (Atom)