- See more at: http://blog-rangga.blogspot.com/2013/08/cara-membuat-blog-anti-copy-paste-dan.html#sthash.DpINzk8A.dpuf

Kamis, 27 Maret 2014

Curahan hati untuk Tuhan...



Tuhan, malam ini aku merasakan hatiku bergemuruh pilu saat kalimat istigfar terucap dari bibirku yang ikut basah tertetesi air mata yang jatuh dari pelupuk mataku. Tubuhku mendadak lemas tak berdaya di hadapan-Mu.
Tuhan, aku tahu bahwa rencana-Mu jauh lebih indah dari apa yang kuinginkan selama ini. Aku ikhlas menerima semua cerca yang hamba-Mu dari golongan Adam ucap terhadapku. Aku ikhlas merasakan perihnya hati saat aku tahu dia berkhianat dari janjinya kepadaku. Aku ikhlas menghadapi semua ujian hidup yang Kau beri untukku. Aku ikhlas atas nama-Mu, Tuhan...
Tuhan, kehilangan seseorang yang sangat berarti dan sangat dicinta adalah duka terdalam yang seringkali kurasakan. Keputusasaan kerapkali menggodaku untuk mengakhiri hidupku yang kurasa tak berarti lagi tanpanya. Ampuni aku yang berlebihan mencintai hamba-Mu itu, Tuhan. Ampuni aku yang berani melangkahi takdirku sendiri.
Tuhan, aku begitu rapuh dan kadang tak bisa mengendalikan emosiku sendiri. Rasa kecewaku terhadapnya yang memilih pergi dan kini berbahagia bersama wanitanya perlahan telah membunuh hati dan mematikan nuraniku. Rasa benciku padanya terkadang sangat menyayat dan membuatku sakit sendiri.
Namun Tuhan, perlahan kubuka mata hatiku. Kau telah perlihatkan betapa besar cinta-Mu pada hamba-Mu yang bertahun-tahun mengkhianati-Mu ini, hamba-Mu yang tidak taat dan patuh terhadap-Mu ini. Ampuni aku, Tuhan. Sekali pun aku tak ingin Kau dan aku saling meninggalkan. Kau adalah Segalanya bagiku, Tuhan. Cinta-Mu bahkan jauh lebih besar dari cinta seorang ibu terhadap anaknya. Kau setia mendengarkan keluhanku di setiap doaku. Kau setia memberiku nasihat dan selalu mengembalikan senyumku sesaat duka kembali hadir di hidupku.
Tuhan, dulu kukira kehilangannya adalah akhir dari segalanya. Aku sangat berterimakasih kepada-Mu, Tuhan, atas segalanya. Kau telah tunjukkan siapa dia sebenarnya. Kau telah sadarkanku dari mimpi buruk yang selalu menghantuiku. Ternyata kehilangannya adalah suatu anugrah yang Kau beri untukku. Meski sempat membuang air mata dengan sia-sia, pada akhirnya aku bisa tersenyum bahagia saat aku sadari diriku berada dekat dengan-Mu SETELAH MENJAUHINYA.
Tuhan, aku memang bergelimang dosa. Aku tahu diri. Aku hanya makhluk kecil yang Kau ciptakan untuk beribadah dan bersyukur pada-Mu. Namun seringkali aku mengeluh atas apa yang terjadi dalam hidup yang sementara ini. Seringkali aku lupa diri dan enggan mengucap syukur. Sungguh hina diriku ini.
Tuhan, tunjukkan aku jalan lurus-Mu. Aku tak ingin terjebak dalam lumpur masa lalu yang kelam. Dekat dengan-Mu adalah sesuatu yang tak ternilai harganya, dan yang kuinginkan hanyalah itu. Jauhkan aku dari segala malapetaka yang hendak menghancurkanku. Lindungi aku dari godaan syaitan dan iblis yang seringkali menjerumuskanku. Aku tak ingin mengulang kesalahan yang kubuat di masa lalu. Maka ijinkan aku untuk segera beranjak dari masa lalu itu.
Tuhan, kunantikan takdir dan jodohku yang Kau gariskan untukku. Malaikat hati yang tak menghancurkan namun membuat nyaman, lelaki shaleh yang mengimami bukan malah menjerumuskan, lelaki rupawan yang bagus akhlaknya, lelaki yang fasih membaca Al-Qur’an lagi jujur dan bukan yang fasih bersilat lidah namun pembohong, lelaki yang amanah dan tidak berkhianat, lelaki yang telah Kau ciptakan untuk lengkapi hidupku di dunia dan akhirat. Aamiin.
Tuhan, kupasrahkan segalanya hanya kepada-Mu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar